Kamu tau bagaimana perasaan saat kita menganggap seseorang sebagai teman yang dapat diajak berjalan dan berjuang bersama ternyata tidak mengharapkanmu ada bersamanya.
Kemanapun, apapun dan dengan siapapun kamu menuju, pada akhirnya kamu selalu berusaha mengikutsertakan ia dalam perjalanan. Dengan harapan kamu dapat meraih surga-Nya bersama dalam dekapan ukhuwah.
Dan ternyata timbal balik yang didapat adalah sebaliknya. Kamu tidak pernah ada dalam daftar teman yang ingin ia harapkan untuk berjuang bersama. Ia lebih memilih berjalan sendiri menuju tujuannya. Tanpa mengikutsertakan kamu, bahkan sekedar menoleh kearahmu saja tidak.
Ia lebih memilih berada dititik aman sendirian, membiarkanmu dalam posisi jauh darinya. Membiarkanmu berjuang sendirian. Membiarkanmu bangun dan tertatih saat terjatuh.
Yah.. memang tidak seharusnya mengharap pada makhluk (bahkan teman yang sejak lama kau percayai sekalipun). Jatuhnya sakit.


0 komentar:
Posting Komentar