APAPUN ITU, WRITE IT!

Setiap orang pasti pernah mengalami masa labil, masa-masa dimana kita jadi manusia yang mellow banget, tiap kejadian dibikin dramatis, denger lagu sedih langsung kebawa perasaan. Dan pastinya karena ada satu alasan, apapun alasannya itu. Wajar, itu manusiawi.

Tapi walaupun hal hal seperti itu manusiawi, perlu juga kita mengontrol diri. Nah jika mengontrol dirinya susah? Berarti kita masih diperbudak nafsu. Eits nafsu itu konotasinya ga selalu negatif. Nafsu makan contohnya. Sesuatu yang berlebihan juga termasuk nafsu. Jadi apa artinya? Nafsu makan itu termasuk hal yang baik kan? Tapi ga selalu baik karena bisa bikin berat badan berlebih. Pointnya disini. Yang menurut kita baik belum tentu memang baik buat kita.

Sedih yah wajar, karena kita manusia diciptakan dengan parasaan. Tapi ya itu, jangan berlebihan. Balik lagi ke mengontrol diri. Ada hal yang bisa kita lakuin supaya rasa sedih, galau atau mellow kita itu ada maknanya. Menghasilkan sesuatu.

Seseorang pernah memberi nasehat ke saya, waktu saya masih berkutat di zona labil gundah gulana. Yaitu NULIS! Iya, dia memberi nasehat ke saya cara mengontrol diri dari ke labilan dan kegundahan saya itu dengan menuangkan pada tulisan. Karena, disadari atau tidak. Saat hati kita merasa sedang penuh rasa campur aduk, kita bakal berubah jadi manusia yang puitis. Sok aja buktiin, misalnya banyak yang habis patah hati suka tiba-tiba update status yang puitis banget. Iya kan?

Nah sejak saat itu saya coba buat nulis apa aja. Entah di buku atau social media kayak facebook, tumblr, line atau bahkan di blog. Itu semua sudah saya lakukan beberapa tahun belakangan ini. Lalu apa manfaatnya?

Kemarin saya iseng buat stalking account media social saya sendiri, mau flashback gitu lah. Dan akhirnya menemukan postingan-postingan lama waktu masih zaman labil dan drama. Apa yang saya dapat? Saya mendapat banyak pembelajaran dari setiap fase hidup saya yang sudah saya dokumentasikan pada tulisan.

Oh saya dulu pernah seperti itu. Oh saya dulu pernah seperti ini. Jadi secara ga langsung saya bisa mengevaluasi diri saya sendiri dengan melihat apa apa saja yang pernah saya lalui dan apa apa saja yang pernah membuat saya down. Dan pada akhirnya saya bersyukur bahwa saya mampu melewati segala bentuk masalah dihidup saya. Dan semakin percaya bahwa Allah tidak pernah membebani kita diluar kemampuan kita sendiri. Buktinya saya sekarang masih dalam keadaan bahagia.

Atau bahkan ada beberapa tulisan saya sendiri yang membuat tertawa, iya memang menertawakan diri sendiri itu kadang diperlukan. Agar kita paham bahwa segalanya jika kita melewatinya dengan santai dan ga berlebihan, tetap bisa terlewati kok.

Jadi intinya apa pun itu, masalah apapun coba lah untuk mengontrol diri dengan menuangkan yang kamu rasa pada tulisan. Tulisan kamu kelak bisa jadi kaca spion buat melaju ke masa depan. Bisa juga buat bernostalgia saat kamu menua, kamu akhirnya akan sadar bahwa kamu adalah orang yang benar-benar tangguh karena begitu banyak masalah yang telah kamu lewati sampai saat ini, dan kamu masih mampu berdiri tegar dan bahkan bahagia hingga sekarang.

 --
Karawang, 13 Mei 2017.

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top