Mungkin, kita memang (terlalu) lambat dipertemukan.

Aku masih ingat, ketika kau banyak menasehatiku karena sakitnya sebuah pengharapan pada manusia.

Pun… Ketika aku hanya diam tak bisa bercerita pada oranglain. Kau mampu dan tahu apa yang sebenarnya aku sembunyikan.
Aku juga masih ingat, ketika kau berkata bahwa aku pantas untuk bersama orang baik yang akan selalu membersamaiku saat berjalan atau berlari.
Kau tak pernah membiarkanku berjalan sendiri. Berdiam sendiri. Menangis sendiri. Kau selalu punya cara agar gurat senyum terlihat diwajahku.
Tapi apa kau tahu?
Setiap kali kau bercerita tentang banyak laki-laki baik diluar sana, tak pernah berpikirkah bahwa kau adalah salah satunya? Salah satu laki-laki baik yang dipilihkan Tuhan yang mampu membersamaiku?
Ah. Maaf aku lupa. Kau sudah punya cerita indah lain dengan oranglain.
Mungkin, kita memang (terlalu) lambat dipertemukan.
Kau hanya tersenyum.

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top