Ketika perempuan lain memilih untuk mengharap kedatangan
seorang raja. Maka ia harus berusaha untuk membenahi diri menjadi seorang ratu.
Ketika perempuan lain memilih untuk mengharap kedatangan
seorang pangeran dengan kuda putih. Maka ia harus berusaha untuk menjadi
seorang putri dengan berjalan anggun. Tidak boleh ada cela pada dirinya,
sempurna.
Ketika perempuan lain memilih untuk mengharap seorang
ksatria. Maka ia harus berusaha untuk menjadi perempuan yang patut dilindungi
dan lembut.
Tapi..
Aku tidak ingin mengharapkan seorang raja, dengan mengharap
seorang raja, maka itu artinya aku harus siap dengan segala hal. Maka aku harus
menjadi ratu untuknya. Bukankah seorang ratu harus sempurna tanpa cela?
Aku tidak ingnin mengharapkan seorang pangeran, dengan
mengharap seorang pangeran, maka aku harus berlaku layaknya seorang puteri
untuknya. Berjalan anggun dengan segala kelembutan dan cantik luar biasa.
Aku juga tidak ingin mengharapkan seorang kesatria, dengan
mengharap seorang ksatria, maka ia akan selalu ada untukku untuk melindungiku. Ah!
Itu hanya akan membuatku bermanja. Akan membuatku terlalu menggantungkan
padanya.
Aku tidak ingin seperti itu.
Saat ini, aku hanya ingin teman hidup sejalan saja. Tidak perlu
berperan bak ratu dan puteri sempurna. Dan
tidak perlu menjadi perempuan yang
rapuh. Aku hanya perlu menjadi diriku sendiri untuknya. Berjalan bersama
saling bertukar cerita dan tertawa bersama. Membantuku menjadi wanita tangguh
dalam segala rasa dan nuansa. Itu saja.


0 komentar:
Posting Komentar