Jika ia berhenti berjuang karena dengan alasan kita tidak sempurna seperti yg ia harapkan. Apa saat itu ia juga berpikir bahwa ia telah sempurna, sehingga ia pantas mendapatkan yg sempurna? Mengapa harus menuntut sempurna jika memang diri kita ini juga sebenarnya tidak ada yang sempurna?
Tidak bisakah tidak berpikir sepicik itu?
Setiap janji yang telah diucapkan. Aku tidak akan memintamu untuk menepatinya. Tapi kau tahu, janji adalah hutang yang harus dipenuhi? Aku hanya akan menunggu kau sendiri yang menepatinya. Jika tidak? Itu urusan kau dengan Tuhanmu.


0 komentar:
Posting Komentar